Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala disampaikan ke Polres Dairi atas dakwaan penindasan ke masyarakat dengan inisial RS, maling dua ponsel punya karyawan Wahyu. Faksi kepolisian mengecek Daniel atas peristiwa tersebut.
“(Wabup) telah (diperiksa),” kata KBO Satreskrim Polres Dairi Iptu Parlindungan Lumbantoruan, Jumat (21/3/2025).
Parlindungan menjelaskan faksinya mengecek RS dan beberapa saksi yang lain dalam peristiwa tersebut. Dalam kasus sangkaan penindasan itu, kata Parlindungan, RS memberikan laporan 2 orang, satu diantaranya Wahyu Daniel.
“(Korban) telah (diperiksa), sama beberapa saksi juga telah kita mintai penjelasannya, termasuk karyawan. Dua yang disampaikan, karena itu kasus (pasal) 170, penindasan secara bersama,” terangnya.
Dikabarkan sebelumnya, Wahyu Daniel Sagala disampaikan ke Polres Dairi atas dakwaan penindasan ke RS. RS diperhitungkan adalah maling dua ponsel punya karyawan Wahyu.
Plt Kasi Humas Polres Dairi Bripka Junaidi benarkan informasi itu. Junaidi menyebutkan Daniel disampaikan RS atas sangkaan penindasan.
“(Soal sangkaan) penindasan, iya (ke RS),” kata Junaidi waktu diverifikasi detikSumut, Kamis (20/3).
Junaidi menjelaskan RS diperhitungkan mengambil dua ponsel punya karyawan gudang Daniel. Tetapi, faksinya tidak dapat pastikan apa Daniel terturut dalam penindasan itu atau mungkin tidak. Sekarang ini, penyidik tetap menyelidiknya.
“(RS) mengambil ponsel anggota wakil bupati yang kerja di gudang. Hanya tidak tahu tentunya, terturut tidak wakil bupatinya, sedang proses,” terangnya.
Plt Kasi Humas Polres Dairi Bripka Junaidi benarkan informasi itu. Junaidi menyebutkan Daniel disampaikan RS atas sangkaan penindasan.
“(Soal sangkaan) penindasan, iya (ke RS),” kata Junaidi waktu diverifikasi detikSumut, Kamis (20/3).
Junaidi menjelaskan RS diperhitungkan mengambil dua ponsel punya karyawan gudang Daniel. Tetapi, faksinya tidak dapat pastikan apa Daniel terturut dalam penindasan itu atau mungkin tidak. Sekarang ini, penyidik tetap menyelidiknya.
“(RS) mengambil ponsel anggota wakil bupati yang kerja di gudang. Hanya tidak tahu tentunya, terturut tidak wakil bupatinya, sedang proses,” terangnya.